Senin, 04 Maret 2013

ASPEK MAKNA


   A.    Aspek-aspek Makna

Aspek-aspek makna dalam semantik ada 4 (empat) hal yaitu:

1. Pengertian

Pengertian disebut juga dengan tema. Pengertian ini dapat dicapai apabila pembicara dengan lawan bicaranya atau antara penulis dengan pembaca mempunyai kesamaan bahasa yang diapakai atau disepakati bersama. Lyons mengatakan bahwa pengertian adalah system hubungan-hubungan yang berbeda dengan kata lain diadalam kosa kata. Sedangkan Ulman mengatakan bahwa pengertian adalah informasi lambang yang disampaikan kepada pendengar.
Contoh:
a. Celana ini pendek.

b. Celana ini tidak panjang.

Kalimat (a) dan (b) memiliki satu pengertian, meskipun kata “pendek” diganti dengan ukuran kata “tidak panjang”.

2. Nilai Rasa

Aspek makna yang berhubungan dengan nilai rasa berkaitan dengan sikap pembicara terhadap hal yang dibicarakan. Nilai rasa yang berkaitan dengan makna adalah kata-kata yang berhubungan dengan perasaan, baik yang berhubungan dengan dorongan maupun penilaian. Jadi, setiap kata mempunyai makna yang berhubungan dengan nilai rasa dan setiap kata mempunyai makna yang berhubungan dengan perasaan.

Contoh:
 “Saya akan pergi” (menunjuk pada dorongan).
v

 “Engkau malas” (menunjuk pada penilaian).
v

Kata-kata: Saya, pergi, malas; mempunyai nilai rasa.

3. Nada

Aspek makna nada menurut Shipley adalah sikap pembicara terhadap kawan pembicara. Aspek nada berhubungan pula dengan aspek makna yang bernilai rasa. Dengan kata lain, hubungan antara pembicara dengan pendengar akan menentukan sikap yang tercermin dalam kata-kata yang digunakan.

Contoh:
 “Pulang !” (kata ini menunjukan bahwa pembicara jengkel atau dalam suasana tidak ramah).
v
 “Pulang ?” (kata ini menunjukan bahwa pembicara menyindir).
v


4. Maksud

Aspek maksud menurut Shipley merupakan maksud senang atau tidak senang, efek usaha keras yang dilaksanakan.

Maksud yang diinginkan dapat bersifat deklarasi, imperative, narasi, pedagogis, persuasi, rekreasi atau politik.

Contoh:
Orang berkata “Hai akan hujan”. Pembicara bermaksud:

a. Cepat-cepat pergi.

b. Bawa payung.

c. Tunda dulu keberangkatan.

Sifat yang tidak baik

Kebiasaan buruk mulai muncul kembali. Mudah lupa dengan tugas kuliah. Seharusnya semakin banyak tugas, semakin membuat rajin, tetapi malah sebaliknya. Tugas dibawa tidur, ketika besok mau diantar baru sibuk mengerjakannya. Rusak generasi penerus bangsa jika semua orang berprilaku seperti ini. huffftttt....

Minggu, 03 Maret 2013

GALAU

Aku terdiam sepi disaat pikiran ini berkecamuk tak menentu. Pikiran antara tugas kuliah, proposal, masalah keuangan, masalah hati, dan banyak lagi. Ingin rasanya berada dirangkulan sang bunda, agar hati ini tenang. Namun apalah daya, hidup di rantauan memisahkanku dari kasih sayang sang bunda. Hidup di rantauan membuatku mengerti betapa sulitnya melakukan pekerjaan rumah sendirian, mengatur keuangan sendirian, menyelesaikan masalah sendirian. Walau sering air mata ini menetes, namun inilah hidup.

zaman sekarang, teman gak bisa diharapkan

aneh ya teman zaman sekarang ini, lagi butuh kita pada nempel ke kita. giliran kita yang butuh, gak bisa diharapkan. Sungguh... nyesak kali dihati ini, baru minjam sebentar aja udah di ambil lagi barang tersebut. Mentang2 kita gak punya itu barang, minjam bentar aja gak bisa huffftt.... :'(
coba giliran dia yg minjem, kalo ada pasti dpinjemin. Cukup sekali aja minta pertolongan teman. Sekarang hidup sendiri-sendiri aja lagi, gak usah minta bantuan teman. Butuh sesuatu, beli aja! gak banyak uang pun, disanggup2 kan aja buat beli yg dibutuhkan, pake uang jajan pun gak masalah. Dianggap seperti kita gak mampu beli aja, aku memang miskin, tpi kalo hanya sekedar beli barang sekecil itu masih sanggup  lagi... beli 3 buah pun masih sanggup lagi bapak aku belikan, hoho (sombong... ). aku pake barang ko karena udah malam aja, lagian aku butuhnya sebentar aja pun. tunggu aja giliran ko yg butuh aku eh... jgn harap ko mau aku bantu!



Nama Sekolah                           : SMA YLPI Marpoyan
Mata Pelajaran                         : Bahasa Indonesia
Kelas/ Semester                       :VII/2
Standar Kompetensi               : Membaca
Memahami wacana tulis melalui kegiatan membaca intensif dan membaca memindai.
Kompetensi Dasar
Materi Pokok
Indikator
Kegiatan Belajar
Alokasi Waktu
Bahan dan alat
Penilaian
Mengungkapkan hal-hal yang dapat diteladani dari buku biografi yang dibaca secara intensif.
·         Mengungkapkan  hal-hal teladan dari tokoh dalam biografi

·          
·         Mampu mendata hal-hal yang dapat diteladani
·         Memilih buku biografi yang disukai
·         Menulis hal-hal yang dapat diteladani dari buku biografi yang dibaca

1x15
Buku biografi
Jenis tagihan
·         Tugas individu

Bentuk instrumen 
·         proyek
jum'at, 01 maret 2013

hanya kata maaf yang mampu kuucapkan untuk seseorang...

"terimakasih ya bang, sudah mau jujur tentang perasaan abang terhadap Nha... jujur Nha kaget banget mendengarnya. Tapi sebelumnya Nha minta maaf, karena Nha udah punya cowok, dan Nha sayang dia, hubungan kami tinggal bebetapa hari lagi memasuki satu tahun. Nha harap abang bisa memakluminya dan Nha berharap abang mau berteman sama Nha.Gak usah sungkan2 sama Nha, anggap aja Nha adek abang... kalo ada yang ingin diceritakan, boleh curhat sama Nha, Nha siap mendengarkan. Nha juga akan doakan semoga lancar Skripsi abang, semoga abang menemukan cewek yang lebih lebih dari Nha, dan sukses selalu. kalo udah sukses, jangan lupa sama adek2 ya?? :D "

sebenarnya aku tidak ingin ada perasaan seseorang yang terluka, tetapi aku juga tidak ingin orang yang aku sayangi juga ikut terluka karena hal ini.
bang R..., MAAF jika abang terluka karena Nha. sekali lagi MAAFKANLAH...

Jumat, 22 Februari 2013



1.     Alih Kode

a.       Terjadinya alih kode antara si pembeli dengan si penjual yang saling tawar menawar harga pakaian
di pasar minggu Pangkalan Kerinci. Alih kode dari bahasa Indonesia ke bahasa Padang.
Situasi: siang hari jam 11:12 tanggal 04 november 2012

Si Pembeli                        : “ baju yang ini harganya berapa buk?”
Si Penjual             : “ dua ratus dua puluh ribu buk.”
Si pembeli                        : “ seratus lima puluh bisa buk?”
Si Penjual             : “belum dapat buk, 200 lah buk.”
Si Pembeli            : “ kalau 150 saya ambil buk.”
Si Penjual             : “ kalau seratuih limo puluoh alun dapek untung di awak lai, duo ratuih tu baru dapek untung 10 ribu nyo ni.”
[kalau seratus lima puluh, belum dapat untung saya, harga dua ratus saja, hanya sepuluh ribu saya mendapatkan keuntungannya].


b.      Terjadinya alih kode di lingkungan tempat tinggal, tepatnya di sebuah warung, di sekitar kos. Alih kode dari bahasa Indonesia ke bahasa Bangkinang
Situasi: malam hari jam 20:01 tanggal 05 november 2012

Pembeli                : “bang, ada rokok Dunhil?”
Penjaga Warung   : “indak ado do bang, la abi.”
[tidak ada bang, sudah habis]
Pembeli                : “rokok sampurna ado cu?”
[rokok sampurna ada bang?]
Penjaga Warung   : “ado.”
[ada]


c.       Terjadinya alih kode dari bahasa Melayu ke bahasa Indonesia  yang diucapkan ketika menyapa seseorang didalam alat transportasi air.
Situasi: pagi hari jam 08.00 tanggal 01 november 2012

NN           : “Ibuk nak kemane?”
[ibu mau kemana?]
MM          : “Saye nak ke Batam, awak nak kemane?”
[saya mau ke Batam, kamu mau kemana?]
NN           : “O ke Batam, tempat sape kat Batam buk? Saye turon kat tanjung Balai.’’
[oh ke Batam, tempat siapa di Batam bu? Saya turun di Tanjung Balai.]
MM          : “ Saya tinggal di Batam, saya ke Tanjung Batu cuma jalan-jalan tempat keluarga.  Sering ke Batam?”
NN           : “Sering, sebulan yang lalu saya disana.”
MM          : “ Dimananya di Batam buk?”
NN           : “Saye di Tiban BTN”
[ saya di Tiban BTN]
MM          : “ O di Tiban.”
[Oh di Tiban].


d.      Terjadinya pola alih kode antar bahasa, yaitu kode bahasa Jawa, kode bahasa  Inggris, dan kode bahasa Indonesia yang diucapkan oleh dua orang anak muda di daerah tempat tinggal saya.
Situasi: sore jam 16.49 tanggal 05 november 2012

Zz             : “Le, film-e apik yo?
[  Le, filmnya bagus ya?]
FK            : “ Amazing.”
[menakjubkan]
Zz             : “Ah, tidak juga.”


e.       Terjadinya alih kode ketika sedang duduk di teras rumah tetangga. Ada seorang mahasiswa Teknik Informatika bercerita tentang ujian MID semesternya hari ini dan ada seorang pemuda mengomentarinya.

Pemuda 1   : “ tadi banyak sekali soal Ujiannya pusing aku”.
Pemuda 2   : “kalau mumet tinggalkan ae, ojo di isi”
[kalau pusing tinggalkan saja, jangan diisi”
Pemuda 1   : “engko elek pulak ponten ku”.
[nanti tidak baik pula nilai saya]
Pemuda 2   : “mangkane belajar, ben ra mumet”.
[makanya belajar, biar tidak pusing”




2.     Campur Kode

Terjadinya campur kode di antara perbincangan bersama teman-teman kos pada waktu yang berbeda.

1.      Situasi: pagi hari jam 09:37 tanggal 05 november 2012 di depan kamar kos, seorang anak kos bertanya kepada temannya yang ingin pergi
AA                   : “ nko mau kemana?”
[nko= kamu] dalam bahasa melayu kepri
BB                   : “ aku mau ke warung.”



2.      Situasi  : Pagi hari jam 06:50 tanggal 06 november 2012 di depan kos ketika seorang anak kos terburu-buru ingin pergi
FW                 : “kemana ang?”
[ang= kamu] dalam bahasa padang
KW                : “ke kampus.”

3.      Situasi  : Sore hari jam 16:21 tanggal 05 november 2012 ketika seorang anak kos sedang mengajak temannya pergi
DD                 : “ayo kita pegi.”
HH                 : “ayo lets go.”
[lets go= pergi] dalam bahasa Inggris

4.      Situasi: pagi hari jam 09:01 tanggal 02 november 2012 ketika seorang anak kos ingin pergi, dan tiba-tiba datang seorang temannya memberitahukan bahwa bajunya kotor
DW                : “Lisa, baju kamu kotor tuh!”
BA                 : “what?!”
[what= apa] dalam bahasa Inggris

5.      Situasi: jam 06:00 pagi tanggal 06 november 2012 ketias seseorang sedang duduk sendirian di atap kos sambil melantunkan nyanyian kecil
QQ                 : “ ngapain duduk sendirian disitu?”
YY                 : “tak ade,menghirup udara segar saja.”
[tak ade= tak ada] bahasa melayu